
Mengenal Lebih Dekat Claude dan Anthropic.
Dunia kecerdasan buatan berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan salah satu nama yang semakin sering muncul di tengah perkembangan ini adalah Claude. Banyak orang mengenal ChatGPT sebagai perwakilan utama chatbot AI, namun Claude hadir sebagai alternatif yang dikembangkan dengan filosofi berbeda.
Siapa yang Menciptakan Claude?
Anthropic menciptakan Claude sebagai perusahaan riset kecerdasan buatan yang berbasis di Amerika Serikat. Para pendiri Anthropic sebelumnya bekerja di OpenAI, namun mereka memutuskan mendirikan perusahaan sendiri karena ingin lebih fokus pada pengembangan AI yang aman dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, sejak awal berdirinya, Anthropic menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, bukan sekadar fitur tambahan.
Selanjutnya, nama “Claude” sendiri dipilih untuk merepresentasikan sosok asisten yang membantu manusia secara jujur dan bermanfaat. Nama ini terkesan bersahabat dan personal, sejalan dengan cara Anthropic ingin penggunanya berinteraksi dengan teknologi ini.
Apa yang Membuat Claude Berbeda?
Berbeda dengan beberapa AI lain yang mengutamakan kecepatan atau jumlah fitur, Anthropic merancang Claude dengan menekankan tiga prinsip utama, yaitu membantu, jujur, dan tidak berbahaya. Ketiga prinsip ini dikenal sebagai konsep “HHH” (Helpful, Honest, Harmless), yang menjadi dasar dari setiap keputusan pengembangan teknologi buatan Anthropic ini.
Selain itu, Anthropic juga mengembangkan pendekatan unik bernama “Constitutional AI”. Melalui pendekatan ini, Claude dilatih untuk mengikuti seperangkat prinsip atau “konstitusi” yang memandu perilakunya, alih-alih hanya bergantung pada penilaian manusia satu per satu. Dengan demikian, Claude dapat mengevaluasi dan memperbaiki responsnya sendiri berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, sehingga hasilnya menjadi lebih konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Model-Model Claude, dari yang Ringan hingga yang Paling Canggih.
Anthropic tidak hanya merilis satu jenis Claude, melainkan menyusun beberapa tingkatan model agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Pada tingkatan dasar, terdapat Claude Haiku, yang dirancang untuk merespons dengan sangat cepat dan efisien. Selanjutnya, ada Claude Sonnet, yang menjadi model andalan untuk penggunaan sehari-hari karena menyeimbangkan kecepatan dan kemampuan analisis mendalam. Di atasnya, terdapat Claude Opus, yaitu model dengan kemampuan penalaran paling kuat di antara jajaran model reguler Anthropic.
Selain ketiga tingkatan tersebut, Anthropic baru-baru ini memperkenalkan tingkatan baru yang berada di atas Opus, yaitu Mythos. Model dalam kelas ini, yakni Claude Mythos 5 dan Claude Fable 5, merupakan model paling canggih yang pernah dibuat Anthropic hingga saat ini. Keduanya sebenarnya berasal dari model dasar yang sama, tetapi Fable 5 dilengkapi dengan lapisan pengaman tambahan di bidang biologi, keamanan siber, dan penelitian AI, sehingga lebih aman digunakan secara luas oleh publik. Sementara itu, Mythos 5 versi penuh hanya dapat diakses oleh mitra terpercaya melalui program khusus Anthropic bernama Project Glasswing.
Ketika Model Tercanggih Anthropic Sempat Dibekukan Pemerintah AS.
Meskipun Fable 5 dan Mythos 5 diluncurkan sebagai model paling canggih, keduanya sempat mengalami peristiwa besar tidak lama setelah dirilis. Anthropic pertama kali meluncurkan kedua model tersebut kepada publik pada 9 Juni 2026. Namun, hanya tiga hari kemudian, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengeluarkan perintah kontrol ekspor yang mewajibkan Anthropic menghentikan seluruh akses kedua model tersebut bagi warga negara asing, termasuk karyawan Anthropic sendiri yang bukan warga AS.
Pemerintah mengambil langkah ini setelah menemukan adanya celah keamanan, atau yang biasa disebut “jailbreak”, pada model Fable 5. Celah ini berpotensi disalahgunakan untuk melewati batasan keamanan yang telah dirancang oleh Anthropic. Karena sulit memastikan status kewarganegaraan setiap penggunanya, Anthropic akhirnya memutuskan menonaktifkan akses kedua model tersebut bagi seluruh pengguna di dunia, demi mematuhi perintah pemerintah, meskipun perusahaan menilai celah tersebut sebenarnya tergolong kecil dan sempit cakupannya.
Untungnya, situasi ini tidak berlangsung lama. Setelah Anthropic bekerja sama dengan pemerintah untuk memperbaiki celah keamanan yang ditemukan, Departemen Perdagangan akhirnya mencabut kontrol ekspor tersebut pada 30 Juni 2026. Sejak 1 Juli 2026, Anthropic mulai memulihkan akses ke Fable 5 dan Mythos 5 secara bertahap. Peristiwa ini menunjukkan betapa ketatnya pengawasan pemerintah terhadap teknologi AI yang dianggap memiliki kemampuan sangat tinggi, sekaligus menegaskan bahwa model-model Anthropic memang berada di garis depan perkembangan kecerdasan buatan saat ini.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan Claude?
Pengguna dapat memanfaatkan Claude untuk berbagai kebutuhan sehari-hari maupun pekerjaan profesional. Misalnya, pelajar dapat meminta teknologi buatan Anthropic ini menjelaskan konsep matematika yang rumit, sedangkan penulis dapat menggunakannya untuk menyunting tulisan atau mencari ide baru. Di sisi lain, pengembang perangkat lunak sering memanfaatkan Claude untuk membantu menulis, memeriksa, dan memperbaiki kode program melalui produk bernama Claude Code.
Tidak hanya itu, teknologi buatan Anthropic ini juga mampu menganalisis dokumen panjang, merangkum informasi, serta menjawab pertanyaan berdasarkan data terkini melalui fitur pencarian web. Dengan kemampuan ini, Claude dapat berperan sebagai asisten riset yang membantu penggunanya menemukan informasi secara lebih efisien.
Bagaimana Claude Menjaga Keamanan Penggunanya?
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keamanan, Anthropic secara rutin menguji model AI ini agar tidak menghasilkan konten yang berbahaya, menyesatkan, atau melanggar etika. Selain itu, teknologi buatan Anthropic ini juga dirancang untuk menolak permintaan yang dapat merugikan penggunanya sendiri maupun orang lain, misalnya permintaan terkait informasi berbahaya atau konten yang tidak pantas.
Lebih jauh lagi, Anthropic secara terbuka mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai keamanan AI, sehingga masyarakat luas maupun peneliti lain dapat mempelajari dan mengawasi perkembangan teknologi ini. Transparansi semacam ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakan Anthropic dari beberapa perusahaan AI lainnya.
Penutup.
Pada akhirnya, Claude bukan sekadar chatbot biasa, melainkan hasil dari upaya panjang Anthropic dalam menciptakan kecerdasan buatan yang aman, jujur, dan benar-benar bermanfaat bagi manusia. Melalui prinsip Constitutional AI, jajaran model yang beragam mulai dari Haiku hingga Mythos, serta ketahanannya menghadapi tantangan seperti pembekuan akses oleh pemerintah, Claude terus membuktikan diri sebagai salah satu asisten AI paling maju di dunia saat ini.