Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan yang Disempurnakan (EYD): Pengertian, Sejarah, dan Aturan.

Pengantar.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah sistem ejaan resmi dalam Bahasa Indonesia yang digunakan untuk menstandarkan penulisan kata sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. EYD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972 dan telah mengalami beberapa pembaruan, termasuk menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang digunakan saat ini. Artikel ini akan membahas pengertian, sejarah, serta aturan utama dalam EYD agar pembaca dapat memahami dan menggunakannya dengan baik.

Pengertian Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

EYD adalah sistem ejaan dalam Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk menyempurnakan ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. EYD mengatur penggunaan huruf, kata, tanda baca, serta aturan penulisan lainnya agar lebih seragam dan sesuai dengan perkembangan bahasa.

Sejarah Ejaan yang Disempurnakan.

Sebelum adanya EYD, Indonesia telah menggunakan beberapa sistem ejaan, seperti:

  • Ejaan Van Ophuijsen (1901): Ejaan pertama dalam bahasa Melayu yang menggunakan huruf Latin.
  • Ejaan Soewandi (1947): Menggantikan ejaan sebelumnya dengan beberapa perubahan, seperti penghapusan huruf “oe” menjadi “u”.
  • Ejaan yang Disempurnakan (1972): Ditetapkan sebagai ejaan resmi dengan berbagai penyempurnaan dalam tata cara penulisan.
  • PUEBI (2015 – Sekarang): Pembaruan dari EYD yang lebih sesuai dengan perkembangan bahasa dan teknologi.

Aturan Utama dalam EYD.

Berikut adalah beberapa aturan penting dalam EYD:

1. Penggunaan Huruf.

EYD mengatur penggunaan huruf besar dan kecil sesuai dengan kaidah tertentu. Contohnya:

  • Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama orang, dan nama tempat.
  • Contoh: Jakarta adalah ibu kota Indonesia.

2. Penulisan Kata.

Beberapa aturan dalam penulisan kata mencakup:

  • Kata dasar ditulis sesuai dengan ejaan baku: belajar, membaca.
  • Kata berimbuhan ditulis serangkai: berlari, menulis.
  • Gabungan kata tertentu ditulis terpisah: terima kasih, tanda tangan.

3. Penggunaan Tanda Baca.

Penggunaan tanda baca dalam EYD memiliki aturan tersendiri, seperti:

  • Tanda titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat.
  • Koma (,) digunakan dalam pemisahan unsur dalam daftar atau sebelum kata seru.
  • Tanda hubung (-) digunakan untuk kata ulang, seperti anak-anak, jalan-jalan.

Pentingnya Menggunakan EYD.

EYD memiliki peran penting dalam komunikasi tertulis yang baik dan benar. Dengan mengikuti aturan ejaan yang berlaku, kita dapat menyampaikan pesan dengan jelas, menghindari kesalahpahaman, serta menjaga kelestarian Bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah sistem ejaan baku dalam Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk menstandarkan penulisan kata agar lebih teratur dan mudah dipahami. Dengan memahami sejarah dan aturan utamanya, kita dapat menggunakan bahasa dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Pastikan untuk selalu mengikuti pedoman ejaan terbaru agar tulisan tetap sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

Scroll to Top