
Penjaminan Mutu YPI Al-Azhar: Pastikan Program Pendidikan Berjalan Sesuai Standar Yayasan.
Yayasan Pesantren Islam atau YPI Al-Azhar terus menjaga kualitas pendidikan melalui kegiatan penjaminan mutu di seluruh unit sekolah. Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon melalui kunjungan kerja tim pengawas selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 20–22 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, tim pengawas meninjau pelaksanaan program sekolah secara menyeluruh. Pengawasan tidak hanya menyentuh bidang akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter siswa, kegiatan keagamaan, metode pembelajaran, kinerja tenaga pendidik, layanan sekolah, serta kesiapan sarana dan prasarana.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya YPI Al-Azhar untuk memastikan setiap unit pendidikan menjalankan program sesuai standar yang telah ditetapkan yayasan. Melalui supervisi langsung, tim dapat melihat perkembangan sekolah sekaligus menemukan sejumlah hal yang masih perlu ditingkatkan.
Selain melakukan evaluasi, tim pengawas juga membuka ruang komunikasi dengan guru, karyawan, orang tua, serta unsur lain di lingkungan sekolah. Dengan demikian, proses penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga menyerap pengalaman dan kebutuhan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan.
Penjaminan Mutu YPI Al-Azhar: Tim Pengawas Lakukan Supervisi Selama Tiga Hari.
Pengawas YPI Al-Azhar, Faizin, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan amanat dari YPI Al-Azhar Pusat di Jakarta. Tim menjalankan supervisi untuk memastikan seluruh program akademik dan nonakademik berjalan sesuai standar operasional prosedur atau SOP yayasan.
Selama tiga hari, tim mengamati berbagai aktivitas yang berlangsung di sekolah. Mereka meninjau proses pembelajaran di dalam kelas, pelaksanaan kegiatan keagamaan, pembinaan karakter, serta berbagai layanan yang diberikan kepada siswa.
“Tujuan kami bukan hanya bersilaturahmi, tetapi juga melakukan penjaminan mutu. Kami ingin memastikan seluruh program dan layanan di Al-Azhar Cirebon berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan yayasan,” ujar Faizin.
Menurutnya, penjaminan mutu memegang peranan penting dalam menjaga keseragaman kualitas pendidikan di setiap unit Al-Azhar. Meskipun masing-masing sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, seluruhnya tetap harus menjalankan standar dasar yang sama.
Tim pengawas juga tidak hanya mencatat kekurangan. Mereka mengidentifikasi perkembangan positif yang telah sekolah capai serta program yang dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
Hasil pengamatan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan yayasan. Melalui laporan yang disusun, pihak sekolah dapat menentukan langkah perbaikan serta menyiapkan program lanjutan secara lebih terarah.
Penguatan Adab Siswa Menunjukkan Perkembangan.
Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian tim pengawas ialah penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam penerapan adab siswa.
Faizin menilai SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon telah menunjukkan peningkatan dalam pembinaan kebiasaan siswa. Sekolah berupaya menanamkan adab tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui kegiatan harian dan pembiasaan di lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter menjadi salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan Al-Azhar. Sekolah tidak hanya mengarahkan siswa untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga membentuk perilaku, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual.
“Ada peningkatan dalam pembelajaran adab. Fokus kami ialah membimbing siswa agar lebih khusyuk dalam melaksanakan salat serta memiliki adab yang baik terhadap Al-Qur’an,” kata Faizin.
Menurutnya, pembentukan adab membutuhkan proses yang berkelanjutan. Sekolah perlu menerapkan nilai yang sama secara konsisten melalui kegiatan belajar, ibadah, interaksi antara siswa dan guru, serta kebiasaan sehari-hari.
Guru juga memegang peranan penting karena siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi turut mengamati contoh yang mereka lihat di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, pendidik perlu menunjukkan keteladanan dalam komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelaksanaan ibadah.
Penjaminan Mutu YPI Al-Azhar: Siswa Lebih Sering Dilatih Menjadi Imam Salat.
Tim pengawas juga mencatat adanya inovasi dalam kegiatan keagamaan siswa. Salah satunya terlihat dari peningkatan kesempatan bagi siswa untuk menjadi imam salat.
Sebelumnya, siswa memperoleh giliran menjadi imam sekitar satu kali dalam sepekan. Sekolah kemudian meningkatkan frekuensi tersebut agar lebih banyak siswa mendapatkan kesempatan untuk memimpin salat berjemaah.
Program ini tidak hanya melatih kemampuan siswa dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan tersebut juga membantu mereka membangun keberanian, kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kesiapan dalam memimpin.
Ketika menjadi imam, siswa perlu mempersiapkan bacaan, menjaga ketenangan, dan memahami tanggung jawab terhadap jemaah. Pengalaman itu dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter serta penguatan spiritualitas.
Faizin menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif. Sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk mempraktikkan nilai agama secara langsung, bukan sekadar mempelajarinya melalui teori.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara bertahap, siswa diharapkan semakin siap menjalankan peran di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penjaminan Mutu YPI Al-Azhar: Proses Pembelajaran Guru Turut Dievaluasi.
Selain meninjau kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter, tim pengawas juga masuk ke dalam ruang kelas untuk mengamati proses pembelajaran.
Pengawasan mencakup kesiapan guru, metode penyampaian materi, interaksi dengan siswa, penggunaan media pembelajaran, serta pengelolaan suasana kelas. Tim ingin memastikan guru menjalankan pembelajaran secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru perlu memahami bahwa setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, metode pembelajaran tidak selalu dapat diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kemampuan dan respons siswa.
Melalui observasi langsung, tim pengawas dapat melihat cara guru membuka pembelajaran, menjelaskan materi, memberi kesempatan siswa untuk bertanya, serta melakukan evaluasi.
Hasil pengamatan kemudian menjadi bahan masukan bagi guru. Evaluasi tersebut tidak bertujuan mencari kesalahan, tetapi membantu tenaga pendidik meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sekolah juga dapat menggunakan hasil supervisi untuk menyusun pelatihan, pendampingan, maupun pengembangan kompetensi guru sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Sarana dan Prasarana Menjadi Bagian Penilaian.
Kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan kemampuan guru. Lingkungan belajar serta ketersediaan fasilitas juga memengaruhi kenyamanan dan perkembangan siswa.
Karena itu, tim pengawas turut meninjau sarana dan prasarana yang tersedia di SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon. Penilaian meliputi ruang belajar, fasilitas pendukung, kebersihan lingkungan, serta kesiapan berbagai layanan sekolah.
Fasilitas yang baik dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif. Sementara itu, lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman dapat membantu siswa menjaga konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar.
Tim pengawas mencatat kondisi yang telah memenuhi standar sekaligus menyusun rekomendasi terhadap bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Sekolah kemudian dapat menentukan prioritas pengembangan berdasarkan tingkat kebutuhan. Perbaikan tidak harus berlangsung sekaligus, tetapi dapat dilakukan secara bertahap melalui perencanaan yang jelas.
Hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada pihak sekolah dan yayasan sebagai dasar untuk menyusun langkah perbaikan berikutnya.
Aspirasi Guru dan Karyawan Turut Diserap.
Kegiatan penjaminan mutu tidak hanya berlangsung melalui pengamatan terhadap program dan fasilitas. Tim pengawas juga berdialog dengan berbagai unsur di lingkungan sekolah.
Mereka menyerap aspirasi dari guru, karyawan, hingga petugas kebersihan. Setiap pihak memiliki pengalaman berbeda dalam menjalankan kegiatan sehari-hari sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sekolah.
“Kami juga menyerap aspirasi dari guru, karyawan, hingga petugas kebersihan. Masukan tersebut penting untuk memastikan kualitas layanan pendidikan terus mengalami peningkatan,” jelas Faizin.
Guru dapat menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan pembelajaran dan perkembangan siswa. Sementara itu, karyawan dapat memberikan masukan mengenai administrasi, layanan, serta pelaksanaan program sekolah.
Petugas kebersihan pun memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Pengalaman mereka dapat membantu sekolah mengenali kebutuhan operasional yang terkadang tidak terlihat melalui penilaian administratif.
Dengan melibatkan berbagai unsur, yayasan dapat memperoleh informasi yang lebih objektif. Setiap masukan kemudian dapat dipertimbangkan sesuai tingkat kepentingan dan kemampuan sekolah.
Penjaminan Mutu Dilaksanakan di Seluruh Unit Al-Azhar Cirebon.
Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon. YPI Al-Azhar juga menjalankan penjaminan mutu secara serentak di seluruh unit pendidikan Al-Azhar di Cirebon.
Supervisi mencakup unit pendidikan mulai dari jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Setiap jenjang memiliki kebutuhan, karakter peserta didik, dan metode pembelajaran yang berbeda. Oleh karena itu, tim pengawas menyesuaikan penilaian dengan kondisi masing-masing unit.
Meskipun demikian, seluruh sekolah tetap mengacu pada visi, standar, dan nilai pendidikan yang ditetapkan YPI Al-Azhar.
Pelaksanaan secara menyeluruh membantu yayasan melihat perkembangan setiap unit. Selain itu, yayasan dapat membandingkan program yang sudah berjalan baik serta mendorong pertukaran praktik positif antarsekolah.
Program yang berhasil diterapkan pada satu unit dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah lain, tentu dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masing-masing.
Jamiyyah Menjadi Jembatan Komunikasi Orang Tua dan Sekolah.
Ketua Jamiyyah SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon, Silvia Darliani Berliana, S.E., menyambut baik kunjungan tim pengawas YPI Al-Azhar.
Menurutnya, kehadiran tim dapat memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan yayasan pusat. Jamiyyah memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi orang tua sekaligus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan perkembangan siswa.
Melalui forum tersebut, Jamiyyah dapat menyampaikan masukan mengenai layanan pendidikan, kegiatan siswa, komunikasi sekolah, maupun fasilitas pendukung.
Masukan tersebut tidak selalu berupa kritik, tetapi juga dapat berbentuk usulan dan harapan yang bertujuan membantu sekolah berkembang.
“Kehadiran tim pengawas menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan yayasan pusat. Kami dapat menyampaikan berbagai masukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta fasilitas sekolah,” ujar Silvia.
Ia menilai keterlibatan orang tua sangat diperlukan dalam proses pendidikan. Sekolah membimbing siswa selama berada di lingkungan pendidikan, sedangkan keluarga melanjutkan pembentukan karakter ketika siswa berada di rumah.
Ketika sekolah dan orang tua membangun komunikasi yang baik, keduanya dapat memberikan pendampingan yang lebih konsisten kepada siswa.
Program Tahfiz Menjadi Salah Satu Keunggulan.
Silvia menjelaskan bahwa SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon memiliki keunggulan dalam kurikulum keagamaan. Salah satu program yang dijalankan ialah pembinaan hafalan Al-Qur’an secara bertahap.
Sekolah membimbing siswa sejak kelas X agar mereka dapat mencapai target hafalan yang telah ditentukan. Proses tersebut berlanjut hingga kelas XII dan ditandai dengan pelaksanaan wisuda tahfiz.
Program ini membutuhkan konsistensi dari siswa karena hafalan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Mereka perlu membaca, mengulang, menyetorkan, serta menjaga hafalan yang telah dikuasai.
Guru kemudian memberikan pendampingan agar proses tersebut berjalan sesuai kemampuan setiap siswa.
Selain menambah hafalan, program tahfiz juga melatih kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan mengatur waktu. Siswa perlu menyeimbangkan kegiatan tersebut dengan pembelajaran akademik dan aktivitas lainnya.
Sekolah berharap program tahfiz tidak hanya menghasilkan capaian jumlah hafalan. Siswa juga perlu memahami pentingnya menjaga adab terhadap Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi Akademik dan Nonakademik Terus Dikembangkan.
Selain memperkuat kurikulum agama, SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik.
Silvia menyebut sejumlah lulusan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri yang menjadi pilihan mereka. Para siswa juga mencatatkan prestasi melalui berbagai perlombaan di luar kegiatan akademik.
“Selain memiliki program keagamaan, siswa juga mampu menembus perguruan tinggi negeri favorit dan meraih berbagai prestasi dalam bidang nonakademik,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah perlu memberikan ruang bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan berbeda. Sebagian siswa berkembang dalam bidang akademik, sedangkan yang lain menunjukkan potensi dalam olahraga, seni, bahasa, organisasi, maupun bidang lainnya.
Pendampingan yang tepat dapat membantu siswa mengenali kemampuan mereka. Sekolah kemudian dapat mengarahkan siswa untuk mengikuti program pembinaan atau kompetisi yang sesuai.
Namun, prestasi tidak hanya berkaitan dengan gelar juara. Proses persiapan, latihan, kerja sama, serta keberanian mengikuti kegiatan juga menjadi pengalaman penting bagi perkembangan siswa.
Orang Tua Berharap Fasilitas Terus Ditingkatkan.
Silvia berharap sinergi antara sekolah, orang tua, dan yayasan dapat terus diperkuat. Menurutnya, ketiga pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa.
Orang tua dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman anak selama mengikuti kegiatan sekolah. Sekolah kemudian dapat mempertimbangkan masukan tersebut dalam perencanaan program.
Yayasan juga memiliki peran dalam memberikan arahan, menetapkan standar, serta mendukung peningkatan kualitas layanan.
“Kami berharap sarana dan prasarana terus ditingkatkan agar siswa semakin nyaman dalam belajar dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi,” kata Silvia.
Fasilitas yang memadai dapat mendukung kegiatan akademik, keagamaan, olahraga, seni, serta pengembangan keterampilan lainnya.
Namun, peningkatan fasilitas juga perlu disertai pengelolaan dan pemanfaatan yang baik. Dengan demikian, setiap sarana benar-benar memberikan manfaat bagi proses pendidikan.
Pembinaan Membawa Perubahan Positif.
Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Putera Bangsa, Drs. H. Abu Malik, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan penjaminan mutu yang dilaksanakan YPI Al-Azhar Pusat.
Ia menilai pembinaan yang telah berjalan membawa perubahan positif di lingkungan sekolah. Perubahan tersebut terlihat dalam kedisiplinan siswa, pola kerja, serta suasana sekolah yang semakin mendukung kegiatan pendidikan.
“Setelah pembinaan pada semester sebelumnya, kami melihat peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek,” ujar Abu Malik.
Menurutnya, evaluasi perlu ditindaklanjuti melalui langkah nyata. Masukan dari tim pengawas harus menjadi bahan untuk memperbaiki program, meningkatkan pelayanan, dan memperkuat budaya kerja.
Ia juga mengapresiasi peran Jamiyyah dalam mendukung perkembangan sekolah. Keterlibatan orang tua dapat memberikan tambahan kekuatan bagi sekolah dalam menjalankan program pendidikan.
Dukungan tersebut dapat muncul dalam bentuk komunikasi, masukan, partisipasi kegiatan, maupun kerja sama untuk memenuhi kebutuhan siswa.
Sinergi Menjadi Dasar Peningkatan Mutu.
Kegiatan penjaminan mutu di SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Yayasan menetapkan standar dan melakukan pengawasan. Sekolah menjalankan program serta melakukan perbaikan. Guru melaksanakan pembelajaran dan mendampingi siswa, sedangkan orang tua memberikan dukungan dari lingkungan keluarga.
Siswa juga memiliki peran penting. Mereka perlu mengikuti proses pembelajaran, menjalankan tata tertib, menjaga adab, serta memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk mengembangkan diri.
Ketika seluruh pihak menjalankan peran masing-masing, sekolah dapat membangun lingkungan belajar yang lebih terarah, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Hasil supervisi selama tiga hari akan menjadi bahan bagi sekolah dan yayasan untuk menentukan langkah berikutnya. Program yang telah berjalan baik dapat dipertahankan, sementara bagian yang masih memerlukan perhatian dapat diperbaiki secara bertahap.
Melalui kegiatan penjaminan mutu, YPI Al-Azhar berupaya memastikan SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon terus meningkatkan kualitas akademik, pendidikan karakter, layanan sekolah, serta sarana pendukung.
Sinergi antara yayasan, sekolah, guru, tenaga kependidikan, Jamiyyah, dan orang tua diharapkan mampu menciptakan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang beradab, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sumber: Radar Cirebon.