NotPetya (Cyber Attack)

NotPetya (Cyber Attack)

NotPetya (Cyber Attack): Serangan Siber yang Mengguncang Dunia.

Pengantar.

NotPetya adalah salah satu serangan siber paling destruktif dalam sejarah. Diluncurkan pada tahun 2017, malware ini awalnya dikira sebagai varian ransomware Petya, tetapi ternyata memiliki tujuan utama untuk merusak data secara permanen. Serangan ini menyebabkan kerugian miliaran dolar dan memengaruhi berbagai perusahaan serta infrastruktur penting di seluruh dunia.

Apa Itu NotPetya?

NotPetya adalah malware yang menyerang sistem operasi Windows dengan cara mengenkripsi sistem file dan menuntut pembayaran tebusan. Namun, berbeda dengan ransomware biasa, NotPetya dirancang untuk menghancurkan data dan membuat pemulihan hampir mustahil. Serangan ini pertama kali menyebar melalui pembaruan perangkat lunak akuntansi di Ukraina, tetapi dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Cara Kerja NotPetya.

  1. Eksploitasi Kerentanan: NotPetya memanfaatkan eksploit EternalBlue dan EternalRomance, yang sebelumnya digunakan dalam serangan WannaCry, untuk menyebar melalui jaringan tanpa interaksi pengguna.
  2. Penyebaran Melalui Jaringan: Setelah menginfeksi satu komputer, NotPetya menyebar ke perangkat lain dalam jaringan menggunakan kredensial administrator yang dicuri.
  3. Enkripsi Data: Malware ini mengenkripsi Master Boot Record (MBR) dan sistem file, membuat komputer tidak dapat diakses.
  4. Tampilan Tebusan: Pengguna akan melihat pesan tebusan yang meminta pembayaran dalam Bitcoin, tetapi karena desainnya yang merusak, data yang terenkripsi tidak dapat dipulihkan meskipun tebusan dibayar.

Dampak Global.

Serangan siber ini berdampak besar pada berbagai industri, termasuk transportasi, energi, dan perbankan. Beberapa perusahaan yang terkena dampaknya meliputi:

  • Maersk: Perusahaan logistik ini kehilangan akses ke sistem TI-nya, menyebabkan gangguan besar dalam rantai pasokan global.
  • Merck: Raksasa farmasi ini mengalami kerugian operasional yang signifikan akibat serangan tersebut.
  • Rosneft: Perusahaan minyak Rusia juga melaporkan gangguan akibat NotPetya.

Total kerugian akibat serangan ini diperkirakan mencapai lebih dari $10 miliar, menjadikannya salah satu serangan siber paling merugikan dalam sejarah.

Pencegahan dan Perlindungan.

Untuk melindungi sistem dari serangan serupa di masa depan, langkah-langkah berikut sangat disarankan:

  • Memperbarui Sistem Operasi: Pastikan semua perangkat lunak dan sistem operasi diperbarui dengan patch keamanan terbaru.
  • Menerapkan Keamanan Jaringan: Gunakan firewall, deteksi intrusi, dan pembatasan akses untuk mencegah penyebaran malware.
  • Backup Data Secara Berkala: Simpan cadangan data di lokasi yang aman untuk meminimalkan dampak jika terjadi serangan.
  • Edukasi Pengguna: Tingkatkan kesadaran tentang ancaman siber dan cara menghindarinya, terutama dalam mengenali phishing dan metode serangan lainnya.

NotPetya adalah contoh nyata dari bagaimana serangan siber dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan dan infrastruktur global. Berbeda dari ransomware konvensional, NotPetya dirancang untuk menghancurkan, bukan untuk memperoleh keuntungan finansial. Dengan memahami cara kerja dan dampaknya, organisasi dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi diri dari ancaman serupa di masa depan.

Scroll to Top